#CELOTEHNYAPAMPAM | AKU SI LINGUISTIK?
Apa sih Linguistik? Ini adalah salah satu gaya belajar seseorang yang nyaman atau suka menggunakan kata-kata, membaca dan bicara. Bukan mau bahas soal Linguistiknya sih, tapi ternyata di usia 30 ini aku sadar kayaknya gaya belajarku ini adalah Lingustik (verbal).
Kok bisa baru tau sekarang dan kok 'kayaknya'? Setelah aku punya anak, aku pun baru tau kalo setiap manusia itu mempunyai khas atau gaya belajarnya masing-masing. Kenapa kayaknya? Karena memang tidak melewati test apapun dengan Psikologi atau semacamnya, meskipun ini bukan suatu penyakit ya.
Kok bisa baru ngerasain? Ya karena baru sadar kalo selama ini aku lebih suka membaca, berbicara, dan menulis, dibanding harus mendengarkan atau bahkan bergerak. Uniknya ini juga berpengaruh terhadap cara aku berkomunikasi entah dengan pasangan atau teman. Hah?
Iya, jadi kalo dalam Love Language aku ini si Words of Affirmation, yang selalu merasa lebih dicintai lewat kata-kata atau apresiasi. Masuk ke cara berkomunikasi, suami ku dan beberapa teman ku tau sekali kalo aku ini texting abis, atau bahasa gaulnya adalah textovert. Aku kurang nyaman berkomunikasi via telepon atau bahkan VideoCall, mending chatting atau ketemu langsung deh :D
Hal ini juga aku rasain banget waktu aku hamil, karena kehamilan pertama aku lebih sering cari tau soal kehamilan itu sendiri melalui berbagai macam artikel di Google. Aku baca dan sampai sekarang bahkan masing ingat, hmm... itu 4 tahun yang lalu sih...
Kalo inget masa kecil juga bukan tipe anak-anak yang baca buku atau komik kayak anak lain, bahkan mulai seneng baca saat SMP, itupun karena sahabatku Vera yang mengenalkan ku pada komik Nakayoshi dan berbagai macam novel Teenlit. Suka baca ini berlanjut sampai dimana aku kerja dan setiap pulang kantor pasti mampir Gramedia, entah untuk beli atau liat-liat. hehe.
Pastinya semua berubah, punya kesibukan, gadget semakin canggih, sampe akhirnya punya anak. Baca buku selain soal parenting mulai kelupain sampe akhirnya tahun ini mood dan juga waktu membaca lebih banyak. Akupun mulai gencar kembali mencari buku-buku diluar parenting.
Akhirnya aku mulai sadar kalo aku masih sangat nyaman dengan membaca, apapun (PPT anak magang aja aku bacain satu-satu padahal isinya sama semua). Bahkan sempat sedih karena Instagram lebih sering memunculkan video reels, ini juga alasan aku gak pake aplikasi TikTok. Capek banget nonton video :(
Jadi, bukan hanya karena aku suka buku-buku seperti novel atau jenis buku lainnya, tapi apapun aku baca! termasuk berkomunikasi dengan siapapun melalui chatting/texting.
Hmmm... penasaran kalo orang-orang diluar sana lebih suka baca atau dengerin sesuatu ya?
Pam
