#bibusjourney | Screentime Tips
Screentime atau menonton entah itu melalui handphone, tab/iPad, dan TV ini masih menjadi pro dan kontra termasuk aku yang dulu. Yes, saat #tuanJenaka di usia 0-12 bulan lebih aku masih sedikit anti sama screentime.
Kenapa begitu? karena aku melihat banyak contoh pengaruh buruknya, membaca apa saja penyebab screentime di usia dini maka aku tidak ikut memberikan waktu screentime pada #tuanJenaka pada usia tersebut.
Pada postingan sebelumnya (#bibusjourney | Screentime) aku udah jelaskan kenapa akhirnya #tuanJenaka aku kasih screentime. Dan disini aku akan jelaskan juga beberapa poin agar anak tidak terlalu kecanduan screentime ini. Sekali lagi ini bukan ajakan, selagi masih bisa bermain bersama just do it! Tapi, yang mulai galau antara ingin kasih screentime dan bingung caranya agar tidak kecanduan, better you read this :)
#tipsalaBibu
1. Usia Anak
Ini adalah hal penting karena usia menentukan perkembangan anak, usia yang menurutku tepat adalah usia 2 tahun keatas. Kenapa? pada usia tersebut biasanya anak sudah mulai dapat berkomunikasi dengan baik dengan para orang tua. Case pada #tuanJenaka disaat usia 2 tahun dia sudah bisa berkomunikasi maka dari itu aku dan Mas Ichan memberi kesempatan dia untuk menonton.
2. Komunikatif
Komunikatif disini maksudnya adalah sudah bisa berbicara cukup jelas, mudah dimengerti oleh orang dewasa terutama orang tuanya. Kenapa ini penting? Karena ada beberapa anak yang mengalami speech delay dikarenakan terlalu banyak screentime, meskipun masih ada penyebab utama speech delay sendiri.
3. Disiplin / Kesepakatan
Jika anak sudah dapat berkomunikasi dengan baik, kita dapat menjelaskan atau memiliki kesepakatan untuk batas waktu screentime. Juga harus dilakukan dengan konsisten, agar anak tidak mudah tantrum atau mengamuk jika sudah habis waktu yang ditentukan.
4. Temani / Ikut Menonton
Ini sering dilupakan oleh sebagian orang tua, memberi screentime bukan berarti kita lengah tidak ikut mengawasi anak menonton. Kelebihannya adalah anak merasa kita pun ikut berada di dunianya, kita dapat merespon baik ketika dia bercerita soal tokoh-tokoh di film yang ia tonton. Selain itu kita bisa mengkontrol tontonan yang anak kita pilih atau seharusnya sih kita bisa memilihkan tontonan yang tepat untuk mereka.
5. Ajak Menceritakan
Karena #tuanJenaka sudah dapat berkomunikasi dengan baik, aku selalu mengajak dia bercerita soal tontonannya, dan ini berpengaruh pada daya imajinasinya. Kita bisa bantu anak agar mau menceritakan ulang film yang dia tonton. Ini melatih anak dalam berbicara, berekspersi, dan menambah pembendaharaan kata. Itu kenapa minimal anak sudah harus bisa berbicara jika ingin diperbolehkan menonton.
6. Cek Jenis Tontonan
Mengecek jenis tontonnya emang agak tricky, karena hampir semua acara dikhususkan minimal 5 tahun keatas, tapi anehnya anak usia dini juga paham haha. Yang paling penting adalah tidak ada kekerasan, tidak ada pornografi, tidak ada iklan, dan selebihnya bisa disesuaikan oleh para orang tua sendiri.
7. Jarak
Untuk menghindari radiasi dari layar gadget jangan lupa beri jarak antara anak dan gadgetnya itu sendiri, jangan biarkan anak memegang gadget sendirian karena pasti jaraknya tidak bisa diatur. Jangan lupa kasih distraksi agar mata anak dapat istirahat sejenak, tanya-tanya apa yang sedang dilakukan untuk membantunya tetap berkomunikasi.
---
Yapsss.. 6 poin itu yang aku terapkan pada #tuanJenaka selama ijin menonton kami terbitkan, emang agak susah untuk konsisten apalagi kalo dirumah banyak kerjaan, capek atau kitanya nggak enak badan. Tapi, tetep kita usahakan untuk kembali ke poin-poin diatas.
Oh iya, ini adalah tips atau rules yang aku terapkan pada #tuanJenaka kalopun berbeda atau tidak bisa di implementasikan di anak kalian, coba cari alternatif lain yang cocok ya! Intinya jangan biarkan anak kita kecanduan gadget, apalagi di usia dini yang masih butuh stimulus secara langsung dari kita.
Juga, masih banyak cara yang dapat kita ajarkan untuk membantu melancarkan bahasanya, bisa melalui buku, role player, atau bernyanyi bersama. Ah iya, mendengarkan lagu melalui aplikasi Spotify atau sejenisnya juga salah satu pengganti screentime loh!
Hampir lupa, tidak semua anak yang sudah terpapar screentime itu negatif ya, ada juga anak yang dapat belajar melalui screentime dan menghasilkan perkembangan yang positif. Salah satunya adalah, jago bahasa inggris.
Sekian, semoga bermanfaat. Sekali lagi, ini bukan suatu ajakan atau pembenaran ya bund :)
Bye,
Pams
#bibusjourney | Screentime Tips
Reviewed by pamellacitra
on
Januari 17, 2021
Rating: 5
