#CELOTEHNYAPAMPAM | KESEHATAN MENTAL (part 2)
(Perhatian: Postingan kali ini cukup panjang.)
Cukup sulit untuk meneruskan karena apa yang akan ku bahas adalah hal yang paling sensitif. Sekali lagi ini adalah pendapatku.
Penderita gangguan mental sering sekali diabaikan perasaannya, disebut gila, disebut tak punya iman, bahkan sampai dikurung tak diberi kelayakan hidup. Kita sebagai orang yang memiliki kondisi mental lebih stabil, seharusnya mencoba lebih mengerti dan mencari bantuan untuk menyelamatkan mereka yang kesehatan mentalnya terganggu.
Memang, meminta atau mengajak mereka mencari bantuan seperti ke Psikiater ataupun Psikolog itu tidaklah mudah. Tetapi selain pentingnya bantuan profesional, kita sebagai pendamping atau orang terdekat sebisa mungkin membuat mereka menjadi lebih nyaman dan merasa aman berada didekat kita.
Mereka mungkin tidak ingin diperlakukan spesial, mereka hanya ingin diterima, dipahami dan diperlakukan seperti orang sehat pada umumnya.
Seperti apa perlakuan yang bisa kita berikan?
Beri dukungan dan berempatilah. Ada beberapa dukungan yang dapat diberikan untuk penderita gangguan mental, berikut adalah bentuk dukungan yang selama ini aku lakukan kepadaa mereka yang cukup aku kenal.
- Mendengarkan semua cerita atau apa yang mereka alami.
- Pahami dan hargai apa yang mereka rasakan, entah itu halusinasi, rasa takut yang sampai mempengaruhi fisiknya, rasa sesak yang entah apa pemicunya, hingga keinginan untuk mengakhiri hidupnya itu benar adanya, benar-benar mereka rasakan.
- Jangan pandang negatif, bukan salah mereka, mereka berada diposisi ini.
- Tawarkan bantuan yang bisa kita bantu.
- Jangan berubah menjadi berlebihan, atau terlalu menjaga sikap kita agar mereka tidak tersinggung/sakit hati.
- Tetap berbicara pada mereka sama seperti sebelumnya, agar mereka tidak berpikir kita berubah dan tetap merasa diterima apa adanya.
- Berikan waktu sebanyak yang mereka butuhkan, ketika mereka memilih untuk tidak berbicara atau tidak mau bertemu.
- Beri rasa kepercayaan bahwa mereka mampu melewati ini semua, entah itu cepat atau lambat.
- Beri apresiasi terhadap proses yang sudah mereka lewati, misalnya: ketika mereka tidak lagi merasa cemas berlebihan dalam waktu sekian hari.
- Bantu mereka untuk mengalihkan dari pikiran-pikiran yang dapat memicu rasa cemas, rasa takut, dan perasaan negatif lainnya
- Jangan memberikan nasihat tanpa diminta dan tanpa kita tau apa penyebab atau pemicu yang mereka rasakan.
- Beri perhatian kecil seperti tanyakan harinya, apa saja yang dia sudah lakukan hari itu, sudah makan siang atau makan dengan apa. Karena hal ini bisa saja menjadi distraksi besar ketika mereka yang sedang berpikiran negatif.
- Tidak usah ragu untuk berkonsultasi kepada Psikolog agar kita dapat mendampingi mereka secara tepat.
Jadi, kenapa mengapa sangat penting mencari bantuan pada ahlinya untuk penyakit ini? Karena tidak terlihat. Tidak seperti luka pada tubuh yang cukup dioleskan antiseptic atau meminum obat penghilang rasa sakit akan sembuh. Penyakit yang menyerang psikis atau mental perlu sekali observasi yang mungkin membutuhkan waktu oleh para ahli.
Juga tidak bisa hanya dengan self diagnosed, sering sekali rasanya aku mendengar "aku anxiety" tanpa adanya diagnosa yang jelas dari ahlinya. Penyakit mental atau gangguan mental bukan suatu tren, juga menurutku tidak bisa digunakan untuk menyiratkan perasaan mu tanpa adanya diagnosa yang jelas.
Pesan ku, siapapun kamu yang merasa kesulitan mengendalikan emosi, sulit tidur atau terlalu banyak tidur secara tiba-tiba, cemas hingga merasa mual atau memengaruhi fisik, jangan menunggu lama, cari bantuan ke profesional, jangan ragu dan jangan menganggap ini berlebihan. Justru hanya mereka yang dapat membantu kamu.
Dan untuk kamu yang sedang berjuang dari segala rasa takut, cemas, dan segala perasaan negatif lainnya, kamu tidak sendiri, ada kami yang siap merangkulmu, yang percaya bahwa setiap proses yang kamu lewati akan membuahkan hasil, cepat ataupun lambat.
Sekali lagi, jangan abaikan kesehatan mental. Jaga sama seperti kita ingin menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Sudah banyak akun atau komunitas dari para psikiater atau psikologi yang membahas kesehatan mental itu sendiri agar kita lebih aware, lebih berempati kepada semua yang sedang berjuang melawan penyakit mental.
"Untuk kamu yang sudah berjuang dan melalui berbagai macam proses ini, terima kasih karena sudah sanggup bertahan dan melewati segala kesulitan ini. Aku percaya, kamu dapat menyelesaikan semuanya dengan baik, dan menemukan dirimu yang jauh lebih baik, bahkan dari sebelum penyakit ini menyerangmu."
Salam sayang,
Pam.
#CELOTEHNYAPAMPAM | KESEHATAN MENTAL (part 2)
Reviewed by pamellacitra
on
Desember 19, 2022
Rating: 5



