The New Part Of Me
Bisa karena terbiasa.
Kalimat oldskool yang ternyata jadi kenyataan di hidup aku. Ya semua orang pasti bisa karena terbiasa.
A little bit flashback, tahun 2016 aku masih berpikiran bahwa aku akan menikah pada umur 28-29 tahun, aku ingin memiliki karir yang sukses, ingin kuliah, kasih hadiah yang waw untuk orangtua, punya mobil sendiri, puas-puasin main sama temen-temen, dan lain sebagainya. Tapi, itu hanya rencanaku, dan rencana Allah SWT ternyata lebih indah...
23 September 2017, aku dilamar. 26 November 2017 resmi menjadi seorang istri. Seorang istri diumur 25 tahun itu tidak pernah terbayangkan sebelumnya!! berharap apalagi haha, ajaib memang. Awalnya sangat tidak mudah, aku yang masih sangat egois dan masih mementingkan diri sendiri, dia yang cukup keras, namun sudah sangat bertanggung jawab, sampai akhirnya kami berdua diberi titipan oleh Allah SWT, aku hamil diumur pernikahan kami yang baru menginjak satu bulan.
Serba-serbi awal kehamilan yang pernah aku ceritakan, pernah membuat kami berdua berseteru, aku yang lagi-lagi egois, belum bisa mengurus rumah, masak pun seadanya, bahkan kami lebih sering membeli makanan dari luar, itu adalah hal tersulit yang pernah kita alami diawal pernikahan. Dari situ aku mulai belajar sedikit demi sedikit dengan bertanya 'mau makan apa?' ketika dia pulang bekerja, membereskan seisi rumah dengan semampunya. Sampai akhirnya kondisiku jauh lebih baik dari 3 bulan awal kehamilan.
Aku, adalah manusia yang paling malas, paling egois, dan keras kepala. 24 tahun aku hidup dengan penuh kemanjaan, tempat tidur selalu sudah rapih ketika aku pulang bekerja, makan tinggal makan, baju kotor selalu sudah bersih di hari esoknya, piring selalu sudah siap untuk aku pakai, sungguh luar biasa enak kan hidupnya si tuan puteri ini haha, TIDAK! tidak karena hal itulah yang membuat adaptasi ini agak menyulitkan, aku tidak pernah membayangkan bisa menjadi ibu rumah tangga, aku selalu mempunyai mimpi menjadi wanita karir yang seisi rumahnya sudah tersapu rapih oleh seorang ART, dan tiba-tiba keadaan tidak sesuai dengan harapan. Buruk? Tidak.
Karena disinilah keseruannya dimulai, aku yang sudah kembali segar sudah dapat memasak sayur-sayuran, memasak nasi setiap hari, menyiapkan makanan untuk Tuan Suwamik, membereskan semua sudut rumah kecil kami, meskipun aku masih dibantu oleh Laundry untuk pakaian kotor kami hehehe. Ternyata aku bisa. Aku bisa menjadi ibu rumah tangga, belum sempurna memang tapi rutinitas yang aku kerjakan setiap harinya adalah hal yang tidak pernah aku sentuh sama sekali sejauh umurku sampai saat ini, terlebih aku sedang hamil. Kebiasaan membereskan tempat tidur setelah makan pagi, dilanjutkan memebereskan ruangan lain, sudah mulai melekat, jika tidak buru-buru rasa malas akan menghampiri lagi. Ah, ternyata seseru ini menjadi ibu rumah tangga itu!
"Hey Tuan Suwamik, terimakasih telah menjadikan aku seorang istri dan calon Ibuk ya, aku bahagia. Aku bersyukur karena kamulah yang akhirnya menjadi suamiku. I love you."
Love,
your Wiffle❤

Tidak ada komentar: